BSP Sebelumnya Rugi Ratusan Miliar, Robi Junipa Ditantang Merombak Struktur Internal yang Dinilai Bermasalah

BERITA UTAMA67 Dilihat

SIAK SRI INDRAPURA, Kilatnusantaranews.com|Penunjukan Robi Junipa, ST sebagai Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) menjadi sorotan publik di tengah berbagai persoalan yang membelit Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) migas milik Pemerintah Kabupaten Siak tersebut. Di tengah tekanan finansial, tingginya biaya operasional, hingga kritik terhadap tata kelola internal perusahaan, Robi kini menghadapi tantangan besar untuk membuktikan kapasitas kepemimpinannya.

Publik menilai, kepemimpinan baru PT BSP tidak cukup hanya sebatas pergantian figur di kursi direktur. Robi Junipa dituntut mampu melakukan reformasi menyeluruh, termasuk mengevaluasi struktur manajerial internal yang selama ini dinilai masih didominasi pola kerja lama dan minim pembaruan sistem kerja profesional.

Sebagaimana diketahui, Robi Junipa resmi ditunjuk sebagai Direktur PT BSP usai melalui proses seleksi terbuka yang diikuti 10 peserta sejak April 2026 lalu. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Siak, Afni Zulkifli, berdasarkan hasil asesmen profesional dan rekomendasi sejumlah lembaga strategis, termasuk BPKP dan SKK Migas.

“Robi Junipa dipilih karena dinilai memiliki kompetensi dan kemampuan akselerasi untuk memperbaiki performa PT BSP ke depan, ”ujar Afni dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Namun jabatan yang kini diemban Robi bukan tanpa risiko. Ia mewarisi perusahaan yang sedang menghadapi tekanan berat dari sisi keuangan maupun operasional.

Dalam laporan keuangan tahun buku 2024 yang dipaparkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Pekanbaru, PT BSP tercatat mengalami kerugian mencapai 14,7 juta dolar AS atau setara sekitar Rp238 miliar. Pada saat yang sama, perusahaan juga dibebani kewajiban investasi besar pasca pengelolaan Blok Coastal Plains and Pekanbaru (CPP) melalui skema kontrak Gross Split hingga tahun 2042.

Di lapangan, persoalan teknis juga masih menjadi pekerjaan rumah serius. Distribusi minyak mentah hingga kini masih mengandalkan armada truk akibat persoalan pembekuan minyak (congeal) pada jalur pipa distribusi. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap tingginya biaya operasional perusahaan.

Situasi itu memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas sistem manajemen internal PT BSP, termasuk pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan vendor yang menjadi mitra kerja operasional.

Sorotan terhadap persoalan tersebut juga disampaikan Sekretaris Pengurus Cabang KB-FKPPI Kabupaten Siak, Rishki. Ia menilai, kepemimpinan Robi Junipa akan sangat diuji pada keberaniannya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kerja vendor serta pola rekrutmen tenaga kerja di lingkungan PT BSP.

“Direktur baru PT BSP harus berani melakukan pembenahan terhadap vendor-vendor yang selama ini diduga tidak sepenuhnya mengedepankan kualitas dan kompetensi tenaga kerja, ”ujar Rishki, Rabu (27/05/2026).

Menurutnya, keberhasilan perusahaan migas sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang direkrut secara profesional dan berbasis kompetensi teknis.

“Basis kinerja perusahaan itu ditentukan dari kualitas SDM yang direkrut. Jangan sampai perekrutan tenaga kerja lebih banyak diisi pekerja titipan oknum tertentu, sementara kemampuan akademis maupun kompetensi teknis di sektor perminyakan masih minim, ”tegasnya.

Rishki menilai pola rekrutmen yang tidak profesional berpotensi menurunkan kualitas kerja lapangan dan berdampak langsung terhadap performa perusahaan secara keseluruhan. Karena itu, ia berharap Robi Junipa mampu menghadirkan sistem manajemen baru yang lebih transparan, profesional, dan berorientasi pada peningkatan kualitas SDM.

“Vendor-vendor harus dievaluasi secara objektif. Rekrutmen tenaga kerja harus mengutamakan kemampuan, sertifikasi, dan pengalaman kerja, bukan karena faktor kedekatan ataupun kepentingan tertentu,” tambahnya.

Menurutnya, masyarakat kini tidak hanya menunggu perubahan administratif semata, melainkan langkah konkret dalam membangun ulang kultur kerja PT BSP agar lebih sehat, modern, efisien, dan berdaya saing.

“Ini momentum penting bagi Robi Junipa untuk membuktikan bahwa PT BSP bisa keluar dari persoalan lama. Publik tentu ingin melihat reformasi manajemen yang nyata, efisiensi operasional yang terukur, serta tata kelola perusahaan yang lebih profesional dan akuntabel, ”tutupnya.

Hingga kini, masyarakat Siak masih menaruh harapan besar agar kepemimpinan baru PT BSP benar-benar mampu membawa perubahan signifikan sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap perusahaan migas kebanggaan daerah tersebut.*KNN/Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *