Kilatnusantaranews.com|TAPTENG – SUMATERA UTARA, Di tengah duka mendalam akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), secercah harapan datang dari lintas provinsi. Pengurus Cabang Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI–POLRI (PC KB-FKPPI) 0408 Kabupaten Siak, Riau, tiba di Garoga, Batang Toru, Sabtu pagi (3/1/2026), membawa bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak.
Bencana banjir dan longsor yang dipicu hujan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir telah merendam permukiman, memutus akses jalan, serta memaksa sejumlah warga mengungsi. Kondisi tersebut menggugah solidaritas masyarakat Kabupaten Siak, khususnya warga Perawang, Kecamatan Tualang, yang secara gotong royong menggalang donasi.
Rombongan PC KB-FKPPI 0408 Kabupaten Siak bersama Relawan Masyarakat Perawang Peduli (MPP) hadir langsung ke lokasi bencana sebagai bentuk kepedulian nyata, bukan sekadar simpati dari kejauhan.
Setibanya di Tapteng, rombongan disambut Basyri Nasution, S.P., selaku Koordinator Logistik Posko Bencana Alam sekaligus Plt Kepala BPKPAD Kabupaten Tapanuli Tengah. Penyambutan juga dilakukan oleh Mahmud Lubis, Wakil Bupati Tapanuli Tengah yang sekaligus menjabat Ketua PC KB-FKPPI Tapteng.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ruswanda Saragih, Dewan Penasehat (Wanhat) PC KB-FKPPI 0408 Kabupaten Siak, dan diterima langsung oleh Wakil Bupati Tapteng. Bantuan tersebut terdiri dari uang tunai sebesar Rp50 juta serta paket bantuan lainnya untuk korban banjir dan longsor.
Dalam berita acara serah terima tertanggal 3 Januari 2026, Basyri Nasution menyatakan bantuan diterima secara resmi dan akan segera disalurkan kepada warga terdampak.
“Kami menerima donasi berupa uang tunai sebesar Rp50 juta beserta bantuan lainnya. Seluruh bantuan ini akan disalurkan secara transparan dan tepat sasaran kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor di Tapteng,” ujar Basyri.
Wakil Bupati Tapteng: Ini Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Harapan
Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Lubis menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kepedulian lintas daerah tersebut.
“Di saat masyarakat kami sedang diuji oleh banjir dan longsor, kehadiran saudara-saudara dari Kabupaten Siak menjadi penguat moril. Ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi wujud persaudaraan kebangsaan yang sejati,” tegas Mahmud.
Ketua PC KB-FKPPI Siak: Ini Amanah Kemanusiaan
Ketua PC KB-FKPPI 0408 Kabupaten Siak, Nurjana, menegaskan bahwa bantuan ini adalah amanah dari masyarakat yang tidak bisa diwakilkan hanya dengan doa.
“Kami membawa titipan hati masyarakat Siak. Ketika saudara-saudara kami di Tapteng terdampak banjir dan longsor, kami merasa terpanggil untuk hadir langsung. Inilah nilai kebangsaan dan kemanusiaan yang kami pegang,” ujarnya.
Wanhat PC KB-FKPPI Siak: FKPPI Harus Hadir Saat Rakyat Terluka
Sementara itu, Ruswanda Saragih, Wanhat PC KB-FKPPI 0408 Kabupaten Siak, menegaskan peran organisasi dalam situasi bencana.
“FKPPI tidak boleh hanya hadir dalam seremoni. Saat rakyat terluka oleh bencana banjir dan longsor, di situlah organisasi harus berdiri di barisan depan, bersama masyarakat,” katanya.
Aksi kemanusiaan ini menegaskan bahwa di tengah bencana alam yang melanda, solidaritas lintas daerah masih menjadi kekuatan utama bangsa, menjahit harapan dari Siak hingga Tapanuli Tengah.**KNN/Rishki









