Janji Politik BiJak Tinggal Penyedap Kampanye, Kini Rakyat Rohil Menelan Kekecewaan

BERITA UTAMA94 Dilihat

Rokan Hilir, Kilatnusantaranews.com|Janji politik memang kerap menjadi komoditas paling laris saat kampanye. Manis di telinga pemilih, pahit setelah kekuasaan diraih. Itulah yang kini dirasakan masyarakat Kabupaten Rokan Hilir terhadap pasangan Bupati dan Wakil Bupati Rohil, BiJak (Bistamam–Jhoni Charles).

Slogan “BiJak” yang dulu dielu-elukan sebagai simbol perubahan, pembangunan, dan keberpihakan kepada rakyat kecil, kini justru terasa hampa. Setelah resmi duduk di kursi kepemimpinan, janji-janji manis yang disampaikan di hadapan masyarakat seolah ikut terkubur bersama baliho kampanye.

Saat kampanye, BiJak berjanji akan membangun wilayah yang belum tersentuh, membenahi infrastruktur rusak, serta membuka ruang sinergi dengan media massa—baik cetak maupun online—agar persoalan di lapangan tersampaikan dengan jujur. Namun realitas hari ini berkata lain.
Sinergi yang dijanjikan tak lebih dari slogan. Media yang kritis justru terpinggirkan, sementara hanya media “dekat kekuasaan” yang mendapat perhatian.

Jalan Rusak Parah, Janji Tinggal Janji

Salah satu bukti paling nyata adalah kerusakan parah jalan lintas Sinaboi–Bagansiapiapi. Jalan poros vital penghubung kecamatan itu kini berubah menjadi ancaman maut bagi pengguna jalan.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan sangat memprihatinkan. Lubang-lubang besar menganga, digenangi air, menyerupai kolam ikan. Setiap pengendara yang melintas dipaksa berjudi dengan keselamatan.

Mana janjimu, BiJak?

Riki, pengamat ekonomi lokal Kabupaten Rokan Hilir, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya atas lambannya respons Pemerintah Kabupaten Rohil dan Pemerintah Provinsi Riau.

“Kami sangat kecewa. Seolah-olah jalan lintas poros Sinaboi ini tidak pernah masuk daftar prioritas pembangunan. Apakah keselamatan masyarakat memang tidak penting? ”ujar Riki dengan nada geram.

Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap kendaraan bertonase berat, khususnya truk pengangkut sawit yang diduga bebas melintas dengan muatan berlebih tanpa penindakan.

“Pemerintah terkesan tutup mata. Tidak ada razia, tidak ada penindakan. Padahal truk sawit bermuatan berlebih itulah penyebab utama jalan ini hancur. Jangan heran kalau jalan berubah jadi kolam ikan, ”tegasnya.

Rakyat Menunggu, Pemerintah Jangan Lempar Tangan

Titik kerusakan terparah dilaporkan berada di wilayah Sungai Nyamuk, Kepenghuluan Raja Bejamu, hingga Sungai Lurus. Hingga kini, masyarakat hanya disuguhi janji dan alasan, tanpa kepastian perbaikan.

Masyarakat Rokan Hilir berharap Pemkab Rohil dan Pemprov Riau tidak saling lempar tanggung jawab, tidak lagi sibuk dengan pencitraan, dan segera mengalokasikan anggaran nyata untuk perbaikan infrastruktur.

Sebab bagi rakyat, janji tanpa bukti hanyalah kebohongan yang dibungkus kata-kata indah.**KNN/RN Garawn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *