Desak Pertamina Segera Menyelesaikan Pembangunan SPBU Kompak, Agar berfungsi seperti Sebelum Nya

BERITA UTAMA237 Dilihat

ROHIL, Palika, Kilatnusanyaranews.com|Masyarakat nelayan Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika) mendesak pihak Pertamina agar segera menyelesaikan pembangunan SPBU Kompak. Desakan ini disampaikan karena hingga saat ini SPBU tersebut belum dapat diaktifkan akibat pembangunan yang belum rampung sesuai ketentuan,di wilayah ke penghuluan Panipahan, kecamatan pasir limau kapas, Kabupaten Rokan Hilir, provinsi Riau,(25/Desember/2025) kamis.

Para nelayan menilai keberadaan SPBU Kompak sangat vital bagi kelangsungan aktivitas melaut dan perekonomian masyarakat pesisir. Apabila pembangunan tidak segera diselesaikan, maka SPBU yang dimaksud tidak dapat dioperasikan, sehingga berdampak langsung pada nelayan akibat antrian panjang, dan selama ini menjadi keluhan utama masyarakat nelayan Palika.

Oleh karena itu, masyarakat nelayan Palika berharap agar pembangunan yang telah diajukan sebelumnya dapat segera ditindaklanjuti dan diselesaikan oleh pihak terkait. Mereka juga meminta perhatian serius dari Pertamina agar SPBU Kompak dapat segera diaktifkan kembali seperti sedia kala demi menunjang kebutuhan BBM nelayan dan mendorong pemulihan ekonomi masyarakat setempat.

Kayu teki SPBU yang akan digunakan kebutuhan untuk pembangunan SPBU hampir rapuh.
Foto Peralatan untuk pembangunan SPBU kompak, tetapi sampai saat sekarang belum terlaksana pembangunan SPBU kompak.

 

Kami selaku warga pelika berharap kepada bapak Bupati H. Bistamam dan bapak wakil bupati Jhony Charles agar SPBU kompak bisa beroperasi seperti biasanya, dikarenakan kami selalu mengambil minyak di SPBU sebelah sangat kekuatirkan terjadi yang tidak baik dikarenakan antri yang panjang, akibat menunggu ketidak sabaran antrian, jadi sekali lagi kami berharap kepada pihak terkait Pertamina segera laksanakan pekerjaan pembangunan yang sudah di ajukan,”ungkap warga.*KNN/Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *