Nasabah BRK Syariah Tualang Kehilangan Rp34 Juta, Mardiah Minta OJK dan Ombudsman Usut Dugaan Pembobolan Rekening

BERITA UTAMA244 Dilihat

TUALANG – SIAK, Kilatnusantaranews.com|Seorang nasabah Bank Riau Kepri Syariah di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, mengaku kehilangan dana sebesar Rp34 juta dari rekening miliknya. Nasabah bernama Mardiah, S.Pd., pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), meminta pihak berwenang termasuk Otoritas Jasa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia untuk mengusut dugaan pembobolan rekening tersebut.

Mardiah menyampaikan hal itu kepada wartawan di kediamannya di Perawang, Jumat (13/3/2026). Ia mengaku terkejut saat mengetahui saldo di rekeningnya hilang ketika hendak menarik uang melalui mesin ATM.

Menurut Mardiah, kejadian tersebut bermula pada Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu ia mendatangi ATM BRK Syariah di Kilometer 5, Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang, untuk menarik uang sebesar Rp2 juta guna keperluan berobat. Namun ketika mengecek saldo, ia mendapati uang yang sebelumnya berjumlah Rp34 juta sudah tidak tersedia.

Merasa ada kejanggalan, pada hari Senin 23/02/2026, pukul 13.00Wib, Mardiah kemudian mendatangi kantor Bank Riau Kepri Syariah Tualang untuk menanyakan perihal hilangnya dana tersebut. Namun menurutnya, pihak bank belum dapat memberikan penjelasan yang memuaskan.

Merasa tidak mendapat perlakuan yang tegas dari pihak BRKS Atas kejadian tersebut, di hari yang sama , Senin 23/2/2026 pukul 15.30, Mardiah buat laporan ke Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polsek Tualang. Laporan tersebut tercatat dalam Surat Keterangan Kepolisian Nomor: SK 03/II/RES.1.11/2026 RESKRIM yang ditandatangani Bintara Unit Reskrim Polsek Tualang, Brigadir Polisi Pujangga Rezeki Kelana, S.H.

Dalam surat keterangan tersebut dijelaskan bahwa pelapor kehilangan uang sebesar Rp34 juta dari rekening bank miliknya dengan nomor rekening 12121047xxx atas nama Mardiah S.Pd.

Atas laporan tersebut diatas, pihak Bank Riau Kepri Syariah mengirim surat melalui surat klarifikasi tertanggal 9 Maret 2026 menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelusuran, terdapat transaksi transfer antarbank melalui layanan BRKS Mobile dari rekening milik Mardiah ke rekening Bank Permata.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa dana ditransfer ke dua akun yang terhubung dengan layanan dompet digital Dana melalui rekening Bank Permata. Pihak bank menyatakan transaksi tersebut tercatat berstatus berhasil melalui aplikasi BRKS Mobile.

Bank juga menjelaskan bahwa berdasarkan penelusuran sistem, perangkat yang digunakan dalam transaksi tersebut teridentifikasi sebagai ponsel Android dengan tipe Oppo CPH269.

Meski demikian, Mardiah mengaku tidak pernah melakukan transaksi tersebut. Ia juga menilai penjelasan dari pihak bank belum memberikan perlindungan sebagai nasabah.

“Saya tidak pernah melakukan transfer itu. Tiba-tiba uang saya sudah habis. Saya berharap kasus ini bisa diusut tuntas, ”ujar Mardiah.

Pada hari Senin, 16 Maret 2026, Mardiah menyanggah surat konfirmasi yang dari pihak BRKS tertanggal Senin, 09 Maret 2026 karena surat konfirmasi dari pihak BRKS tersebut di yakini Mardiah sangat keliru.
Ketika uang di rekening nya di bobol pada 10 Februari 2026, Mardiah meyakini dirinya tidak ada melakukan transaksi ke gedung Bank BRKS, di ATM BRKS ataupun berbentuk layanan transaksi lainnya, sebab pada tanggal 9-12 Februari 2026, saat ia lagi sibuk pelatihan Manisik Haji di Perawang kecamatan Tualang kabupaten Siak.

Kemudian Mardiah, menunjukkan detail hasil transferan si Pembobol di rekening nya yaitu berawal pada:
– tanggal 10 Februari 2026 pukul 09.09:17 di bobol sebanyak Rp.10.000.000,-
– tanggal 10 Februari 2026 pukul 09.10:44 di bobol sebanyak Rp.10.000.000,-
– tanggal 10 Februari 2026 pukul 09.11:37 di bobol sebanyak Rp.9.950.000,-
– tanggal 10 Februari 2026 pukul 09.12:46 di bobol sebanyak Rp.4.150.000,-

Merasa dirugikan, Mardiah berencana meminta bantuan sejumlah lembaga, di antaranya Otoritas Jasa Keuangan, Ombudsman Republik Indonesia, aparat penegak hukum, serta lembaga penyelesaian sengketa konsumen untuk menelusuri pihak yang diduga telah membobol rekeningnya.

Ia berharap kasus yang dialaminya dapat diusut secara transparan sehingga uang miliknya dapat kembali serta kejadian serupa tidak dialami nasabah lainnya.**KNN/Rishki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *