Pipa Migas Dikepung Semak Belukar, Kinerja TM Production Operation Pedada Dipertanyakan

BERITA UTAMA233 Dilihat

SABAK AUH–SIAK, Kilatnusantaranews.com|Kondisi jalur pipa produksi milik PT Bumi Siak Pusako (BSP), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) migas Kabupaten Siak, kembali menjadi sorotan publik. Infrastruktur vital yang menopang produksi minyak daerah tersebut tampak dikepung semak belukar, memunculkan pertanyaan serius terkait efektivitas pengawasan, perawatan rutin, serta sistem manajemen operasional.

Pantauan di lapangan menunjukkan vegetasi liar tumbuh rapat di sepanjang jalur pipa, bahkan mendekati badan jalan dan jaringan listrik. Situasi ini dinilai berpotensi menimbulkan risiko keselamatan kerja, gangguan operasional, hingga meningkatkan kerentanan terjadinya kebocoran pipa.

Padahal, jalur pipa tersebut mengalirkan minyak mentah bernilai ekonomi tinggi yang menjadi salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Siak sekaligus bagian dari rantai pasok energi nasional.

Sorotan publik mengarah pada fungsi pengawasan yang berada di bawah kendali pejabat berinisial (Syt) selaku Tim Manager (TM) Production Operation Pedada, yang memiliki mandat strategis meliputi pengelolaan operasi produksi, pemeliharaan aset, serta respons terhadap insiden teknis, termasuk kebocoran.

Sejumlah warga yang bermukim di sekitar jalur pipa mengungkapkan bahwa peristiwa kebocoran bukan kejadian tunggal, melainkan pernah terjadi lebih dari sekali dalam beberapa tahun terakhir. Mereka menilai kecepatan respons dan penanganan di lapangan masih perlu ditingkatkan.

“Kami berharap penanganannya bisa lebih cepat dan terkoordinasi, supaya dampak lingkungan dan gangguan aktivitas masyarakat bisa diminimalkan, ”ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Pengamat tata kelola energi dan kebijakan publik daerah, R N Garawn, menilai kondisi ini sebagai sinyal kuat perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur migas daerah.

“Jalur pipa merupakan aset strategis. Perawatan rutin, inspeksi berkala, dan respons cepat terhadap gangguan adalah standar mutlak dalam industri migas. Setiap celah pengawasan berpotensi menimbulkan risiko besar, baik dari sisi keselamatan, lingkungan, maupun kerugian ekonomi, ”ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

Ia menekankan pentingnya penguatan sistem kontrol internal dan peningkatan transparansi pengelolaan anggaran pemeliharaan agar kinerja BUMD migas tetap akuntabel dan profesional.

Menurutnya, pengelolaan migas oleh BUMD membawa tanggung jawab ganda, yakni menjamin keselamatan operasional sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan sumber daya alam daerah.

RN Garawn juga mengingatkan kembali peristiwa congeal atau pembekuan minyak mentah di dalam pipa produksi yang sempat melumpuhkan operasional PT BSP di masa lalu. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pengalaman pahit yang seharusnya menjadi pelajaran penting bagi manajemen.

“Jika kebijakan dijalankan secara jujur dan profesional, kejadian seperti congeal seharusnya tidak terulang. Saat itu, kendali operasional juga berada di bawah pejabat yang kini menjabat sebagai TM Production Operation Pedada, ”ujarnya.

Publik mendorong manajemen PT BSP melakukan evaluasi internal secara menyeluruh, terutama pada aspek:

– Pengawasan jalur pipa produksi

– Sistem perawatan dan pemeliharaan aset

– Prosedur respons cepat terhadap kebocoran

– Koordinasi lintas departemen

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT BSP, termasuk TM Production Operation Pedada, belum memberikan keterangan resmi. Redaksi membuka ruang hak jawab seluas-luasnya sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip keberimbangan dan akurasi informasi.*KNN/Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *