Raker IX FSB-Solidaritas Pelalawan, Satukan Langkah Buruh dan Manajemen Hadapi Tantangan Industri

PEKANBARU223 Dilihat

PEKANBARU, Kilatnusantaranews.com|Federasi Serikat Buruh Solidaritas Indonesia (F-SBSI) Kabupaten Pelalawan menggelar Rapat Kerja (Raker) IX di Hotel Smart City Pekanbaru, selama dua hari, 14–15 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi strategis dalam memperkuat organisasi, merumuskan arah kebijakan, serta menyatukan langkah perjuangan buruh di Provinsi Riau.

Raker IX dihadiri Ketua Basis F-SBSI Monika Simanjuntak Pelalawan, Ketua F-SBSI Provinsi Riau SW Gultom, Ketua LBH F-SBSI Provinsi Riau Sardo Manulang, perwakilan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau Rafael Ramadhani, Anggota DPRD Provinsi Riau H. Abdulah, Korwil F-SBSI Panogari Purba, Perwakilan Manajemen Rapp Naksa Makmur,dan Perwakilan Manajemen PTSI Ediyanto Silalahi serta jajaran pengurus dan anggota F-SBSI Pelalawan.

Ketua Basis F-SBSI Pelalawan Monika Simanjuntak menegaskan, Raker IX bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum strategis untuk menyusun langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan buruh di tengah dinamika dunia kerja yang terus berkembang.

“Kami mendorong lahirnya program kerja yang realistis, terukur, dan berdampak langsung bagi anggota, khususnya dalam penguatan advokasi, perlindungan hukum, dan peningkatan kapasitas kader, ”ujar Monika.

Senada, Ketua F-SBSI Provinsi Riau SW Gultom menekankan pentingnya soliditas internal dan penguatan sinergi dengan pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya guna menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.

“Serikat buruh harus tampil sebagai mitra strategis pembangunan daerah, sekaligus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak normatif pekerja, ”katanya.

Perwakilan Kadisnaker Provinsi Riau Rafael Ramadhani menyampaikan apresiasi atas peran aktif F-SBSI dalam menjaga iklim ketenagakerjaan yang kondusif di Riau. Ia berharap komunikasi dan kolaborasi lintas sektor terus diperkuat.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Riau H. Abdulah menyatakan komitmennya mendorong kebijakan daerah yang berpihak pada kesejahteraan buruh dan perlindungan tenaga kerja.

Raker IX F-SBSI Pelalawan membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari evaluasi program kerja, penyusunan rencana aksi organisasi, penguatan struktur kepengurusan, hingga peningkatan kapasitas advokasi hukum.

Perwakilan Manajemen RAPP, Naksa Makmur, menyampaikan apresiasi atas peran aktif FSB-Solidaritas dalam menjaga stabilitas hubungan industrial di lingkungan perusahaan. Ia menegaskan pentingnya dialog terbuka dan kemitraan strategis antara manajemen dan serikat pekerja.

“Kami memandang serikat buruh sebagai mitra strategis. Sinergi yang baik akan mendorong produktivitas, keselamatan kerja, serta kesejahteraan karyawan secara berkelanjutan, ”kata Naksa.

Sementara itu, perwakilan Manajemen PTSI, Ediyanto Silalahi dan Iswandi, menekankan pentingnya komunikasi dua arah yang intensif guna menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan secara dialogis, transparan, dan profesional.

“Manajemen PTSI berkomitmen membangun hubungan kerja yang sehat, saling menghargai, dan berorientasi pada solusi. Kami berharap FSB-Solidaritas terus menjadi mitra dialog yang konstruktif, ”ujar Ediyanto didampingi Iswandi.

Raker IX FSB-Solidaritas Pelalawan membahas berbagai agenda strategis, mulai dari evaluasi program kerja, penyusunan rencana aksi organisasi, penguatan struktur kepengurusan, hingga peningkatan kapasitas advokasi hukum dan perlindungan buruh.

Melalui forum ini, FSB-Solidaritas Prov Riau menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak normatif pekerja, meningkatkan kesejahteraan buruh, serta menjaga iklim hubungan industrial yang kondusif dan produktif di Kabupaten Pelalawan dan Provinsi Riau.**KNN/Lina Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *