Palika, Kilatnusantaranews.com|Masyarakat di wilayah Palika dalam beberapa hari terakhir dihadapkan pada kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax, yang membuat aktivitas warga menjadi terganggu. Banyak pengendara mengaku kesulitan mendapatkan BBM di SPBU karena stok yang kosong sejak beberapa hari terakhir, di kecamatan Paser limau kapas, kabupaten Rokan hilir, provinsi Riau,(12/12/2025), Jumat.
Sejumlah warga menuturkan bahwa mereka harus berkeliling ke berbagai SPBU di sekitar Palika, namun tetap tidak menemukan pasokan BBM. Situasi ini menimbulkan keresahan dan kekhawatiran, terlebih karena belum ada penjelasan resmi terkait penyebab kelangkaan tersebut.
Harga Eceran Melonjak Tajam
Di tengah kelangkaan ini, sebagian warga terpaksa membeli BBM yang dijual secara eceran oleh penduduk setempat. Namun, harga yang ditawarkan jauh dari harga normal. Pertalite dijual hingga Rp20.000 per liter, sedangkan Pertamax mencapai Rp30.000 per liter. Lonjakan harga tersebut membuat beban warga semakin berat, terutama bagi pekerja harian yang sangat bergantung pada kendaraan bermotor.
“Kalau tidak beli eceran, kami tak bisa bekerja. Tapi harganya benar-benar mahal sekarang,” ujar salah satu warga dengan nada cemas.
Para pengendara ojek, pedagang keliling, serta warga yang bekerja di luarlah daerah menjadi pihak yang paling terdampak.
Mereka mengaku harus menempuh perjalanan lebih jauh dan mengeluarkan biaya tambahan demi mendapatkan BBM.
Harapan Warga:
Pemerintah Segera Bertindak
Melihat situasi yang semakin sulit, masyarakat Palika berharap pemerintah setempat dan pihak terkait, termasuk Pertamina, dapat segera melakukan pengecekan ke lapangan dan memastikan distribusi BBM berjalan normal.
Warga berharap ada solusi cepat agar pasokan kembali stabil dan harga tidak semakin melonjak.
Menanti Kepastian Pasokan
Hingga saat ini, masyarakat Palika masih menunggu penjelasan resmi mengenai penyebab kelangkaan BBM tersebut.
Mereka berharap pasokan segera kembali normal agar aktivitas warga tidak lagi terganggu.
Kelangkaan Pertalite dan Pertamax bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berdampak padahal perekonomian yang masyarakat.
Warga berharap pemerintah dan pihak di terkait segera memberikan keputusan dan solusi yang dapat mengakhiri krisis BBM di Palika.*KNN/Red









