SUNGAI APIT, SIAK Kilatnusantaranews.com|Sebanyak 371 anggota Gerakan Pramuka turut memeriahkan Perkemahan Hari Mangrove Sedunia 2026 yang dipusatkan di Lapangan Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, pada 25–26 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Mangrove Sedunia sekaligus aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penanaman 5.000 bibit mangrove.
Perkemahan mengusung tema “KolaborAksi Generasi Hijau untuk Mangrove Berkelanjutan” dan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pemerintah Kabupaten Siak, SKK Migas, EMP, Siak Pelalawan Landscape Programme (SPLP), TNI, Polri, Gerakan Pramuka, pegiat lingkungan, dunia usaha, serta berbagai organisasi yang peduli terhadap kelestarian ekosistem mangrove.
Kegiatan kepramukaan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Siak Bidang Bina Muda, Kak Supriyadi, S.Pd, yang mewakili Ketua Kwarcab Siak. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan Kwarcab Siak terhadap upaya membangun karakter generasi muda yang peduli lingkungan melalui kegiatan kepramukaan.
Dalam kesempatan tersebut, Kak Supriyadi, S.Pd mengapresiasi terselenggaranya Perkemahan Hari Mangrove Sedunia yang dinilai selaras dengan nilai-nilai dasar Gerakan Pramuka, khususnya dalam menumbuhkan rasa cinta alam dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan anggota Pramuka, tetapi juga mengajak mereka berkontribusi langsung menjaga kelestarian alam. Semoga aksi penanaman mangrove ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai dan merawat lingkungan, “ujarnya.
Ketua Panitia Hari Mangrove Sedunia 2026, Jumadi Afrizan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Mangrove Sedunia sekaligus Hari Ulang Tahun ke-2 Sekolah Alam Bakau Mangrove Sungai Bersejarah (MSB). Selain perkemahan, peserta juga mengikuti edukasi tentang pentingnya ekosistem mangrove dan aksi penanaman 5.000 bibit mangrove, yang terdiri atas jenis api-api di zona 1 dan bakau di zona 2.
Jumlah peserta Pramuka yang mengikuti kegiatan mencapai 341 orang, terdiri dari peserta penggalang, pembina pendamping (Bindam), serta enam Ketua Kwartir Ranting (Ka Kwarran). Ditambah 30 orang panitia, total keseluruhan anggota Pramuka yang terlibat sebanyak 371 orang.
Peserta berasal dari Kwarran Bungaraya, Siak, Sungai Apit, Pusako, Mempura, dan Sabak Auh, serta kontingen Training Center (TC) Jambore Nasional XII Kwarcab Siak yang mengirimkan 16 peserta, didampingi 2 Bindam dan 1 Pinkoncab sebagai bagian dari persiapan menuju Jambore Nasional XII.
Melalui kegiatan ini, Gerakan Pramuka bersama seluruh pemangku kepentingan berharap mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai benteng alami pesisir, penyerap karbon, habitat berbagai biota, serta pelindung kawasan pantai dari ancaman abrasi. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan terus berlanjut guna mewujudkan mangrove yang lestari dan berkelanjutan di Kabupaten Siak.**KNN/Rishki













