Ini Soal Harga Bukan Soal Aturan, Harga LPG 3 Kg di Kecamatan Pasir Limau Kapas Diduga Melambung, Warga Minta Pemerintah dan Pertamina Segera Ambil Kebijakan

BERITA UTAMA740 Dilihat

ROKAN HILIR-PANIPAHAN, Kilatnusantaranews.com|Tim media bersama LSM Komunitas Penegak Keadilan Republik Indonesia (KPK RI) DPD Provinsi Riau turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait tingginya harga LPG subsidi 3 kilogram di Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Kabupaten Rokan Hilir, Senin (29/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Berdasarkan hasil pantauan dan wawancara di lapangan, LPG subsidi yang diduga dipasok dari wilayah Sumatera ke Riau tersebut dijual kepada masyarakat dengan harga eceran yang mencapai Rp35.000 per tabung. Kondisi ini dikeluhkan warga karena dinilai jauh di atas harga yang seharusnya.

Seorang narasumber yang akrab di panggil warga Alung-alung atau si penjual membenarkan adanya perbedaan harga tersebut. Keterangan itu juga diperkuat oleh sejumlah warga yang mengaku harus membeli LPG subsidi dengan harga yang terus mengalami kenaikan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kecamatan Pasir Limau Kapas, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, serta instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Warga juga meminta agar jumlah pangkalan LPG subsidi di wilayah Palika ditambah sehingga masyarakat dapat memperoleh gas bersubsidi dengan harga yang sesuai ketentuan.

“Kami berharap pemerintah segera mengambil kebijakan agar masyarakat tidak lagi membeli gas LPG 3 kilogram dengan harga yang sangat tinggi. Kami juga berharap ada penambahan pangkalan LPG di wilayah kami,” ujar salah seorang warga.

Di lokasi yang sama, Andri selaku pengurus LSM KPK RI DPD Provinsi Riau mengatakan pihaknya turun langsung bersama tim untuk memastikan kondisi yang sebenarnya di lapangan. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut M. Ismail dari Media KilatNusantaraNews.com.
Menurut Andri, keluhan masyarakat ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun instansi terkait agar distribusi LPG subsidi benar-benar tepat sasaran dan harga tetap sesuai ketentuan.

“Kami berharap Bupati Rokan Hilir, Haji Bustaman, bersama pihak terkait dapat segera mengambil kebijakan atas keluhan masyarakat mengenai tingginya harga LPG subsidi ini,” ujar Andri.

Sementara itu, M. Ismail juga melakukan wawancara dengan seorang pelansir yang biasa dipanggil masyarakat dengan sebutan Alung. Saat ditanya mengenai penyebab tingginya harga LPG di tingkat masyarakat, Alung menjelaskan bahwa dirinya hanya bertugas sebagai pelansir atau pengantar.

“Saya cuma tukang lansir atau tukang antar, Bang. Setahu saya, harga yang saya jual sekitar Rp26.000, kadang-kadang Rp27.000 per tabung,” jelasnya.

Andri kemudian mempertanyakan mengapa di wilayah Kepenghuluan Panipahan, Dusun 02, harga LPG subsidi bisa mencapai sekitar Rp35.000 per tabung.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Alung-alung menjelaskan bahwa harga yang ia jual kepada pemilik warung atau kedai hanya berkisar antara Rp26.000 hingga Rp28.000 per tabung.

“Yang jelas kami jual ke kedai-kedai sekitar Rp26.000 sampai Rp28.000 per tabung, Bang,” ungkapnya.

Yang jelasnya harapan kami sebagai masyarakat kecamatan pasir limau kapas tentunya berharap kepada pemerintah agar bisa mengambil kebijakan khususnya di Panipahan mengadakan tempat pangkalan Gas bersubsidi di Panipahan agar supaya tidak melambung tinggi sebelumnya itu harapan kami selaku warga palika,” Tutup nya warga.*KNN/Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *