PT BSP Jangan Jadi Arena Titipan Kepentingan, Robi Junipa Diminta Fokus Pulihkan Produksi Migas

BERITA UTAMA568 Dilihat

SIAK SRI INDRAPURA, Kilatnusantaranews.com|Penunjukan Robi Junipa sebagai Direktur baru PT Bumi Siak Pusako (PT BSP) mulai memunculkan harapan baru terhadap pembenahan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor migas milik Kabupaten Siak tersebut. Namun di tengah tantangan besar yang dihadapi perusahaan, berbagai pihak mengingatkan agar PT BSP tidak lagi dijadikan ladang intervensi kepentingan maupun arena perebutan proyek internal.

Publik menilai, direksi baru harus diberikan ruang bekerja secara profesional tanpa tekanan berlebihan dari pihak-pihak di luar kewenangan operasional perusahaan. Fokus utama manajemen saat ini dinilai bukan lagi persoalan politik internal, melainkan bagaimana menyelamatkan produksi migas dan meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Siak.

Tokoh muda Siak, Rishki, mengatakan bahwa Robi Junipa harus diberi kesempatan penuh untuk melakukan pembenahan menyeluruh di tubuh PT BSP, terutama dalam memperbaiki tata kelola manajemen dan memulihkan produksi yang selama ini terganggu.

“PT BSP jangan lagi dijadikan ladang intervensi ataupun tempat rebutan kepentingan proyek. Direksi baru harus fokus menyelamatkan produksi migas dan meningkatkan PAD Siak, ”ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, terlalu banyak campur tangan terhadap kebijakan teknis perusahaan hanya akan memperlambat proses pemulihan yang saat ini sangat dibutuhkan PT BSP. Ia menilai, perusahaan migas membutuhkan kepemimpinan yang stabil, cepat mengambil keputusan, dan didukung oleh sumber daya manusia yang benar-benar memahami sektor energi.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah dukungan penuh terhadap direktur baru agar bisa bekerja profesional. Jangan setiap kebijakan teknis terus ditarik ke kepentingan lain yang akhirnya menghambat perusahaan bergerak, ”katanya.

Ia juga menyoroti persoalan congeal yang selama ini menjadi salah satu kendala serius terhadap stabilitas produksi migas PT BSP. Menurutnya, percepatan penanganan jalur pipa produksi dan optimalisasi sistem operasional harus menjadi prioritas utama direksi baru.

“Persoalan congeal harus segera dituntaskan. Stabilitas line produksi perlu dipulihkan agar target produksi bisa kembali meningkat. Itu jauh lebih penting dibanding sibuk dengan urusan proyek dan kepentingan kelompok tertentu, ”tegasnya.

Selain itu, Rishki menilai pembenahan SDM internal juga menjadi pekerjaan besar yang harus dilakukan direksi baru. Ia berharap posisi strategis di PT BSP ke depan benar-benar diisi oleh orang-orang yang memahami manajemen migas sesuai bidang keahliannya.

“Penempatan SDM harus berdasarkan kompetensi, bukan kedekatan ataupun kepentingan tertentu. Kalau manajemen diisi orang yang tepat, perusahaan akan lebih mudah dibenahi, ”ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar fungsi pengawasan dari komisaris maupun DPRD tetap berjalan secara proporsional tanpa masuk terlalu jauh ke ranah teknis operasional perusahaan.

“Komisaris cukup mengawasi dan memberi masukan strategis. DPRD juga fokus pada fungsi pengawasan. Jangan terlalu dalam mencampuri operasional karena direksi yang paling memahami kebutuhan teknis perusahaan, ”katanya lagi.

PT BSP sendiri dalam beberapa tahun terakhir menghadapi berbagai persoalan mulai dari tata kelola internal, penurunan kinerja, hingga tuntutan publik agar perusahaan daerah tersebut mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.

Dengan masuknya direksi baru, masyarakat kini berharap PT BSP mampu keluar dari berbagai persoalan lama dan kembali menjadi perusahaan daerah yang sehat, profesional, serta mampu menjadi salah satu penopang utama PAD Kabupaten Siak.*KNN/Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *