Bau Kotoran Ternak Itik Petelur di Dekat Permukiman Warga Panipahan Darat Tuai Keluhan

DESA23 Dilihat

Panipahan Darat, Kilatnusantaranews.com|tgl 8-4-2026 Kecamatan Pasir Limau Kapas, Keberadaan kandang ternak itik petelur yang dibangun berdekatan dengan permukiman warga di Panipahan Darat, Kecamatan Palika, menuai keluhan dari masyarakat sekitar. Bau menyengat yang berasal dari kotoran ternak dinilai mengganggu kenyamanan serta berpotensi menimbulkan dampak kesehatan bagi warga.Rt.006/Rw.031

Sejumlah warga menyampaikan bahwa aroma tidak sedap tercium hampir setiap hari, terutama saat cuaca panas dan angin mengarah ke rumah penduduk. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas warga terganggu, mulai dari kesulitan beristirahat hingga terganggunya kegiatan rumah tangga.

“Bau kotoran sangat menyengat, apalagi siang hari. Kami khawatir juga terhadap kesehatan anak-anak dan lansia,” ujar salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kandang.

Selain menimbulkan ketidaknyamanan, warga juga mengkhawatirkan dampak lingkungan, seperti meningkatnya populasi lalat dan potensi pencemaran udara di sekitar permukiman. Masyarakat berharap adanya perhatian dari pihak terkait agar dilakukan penataan lokasi peternakan atau pengelolaan limbah yang lebih baik.

Secara umum, usaha peternakan yang berdekatan dengan permukiman warga diharapkan memperhatikan aspek sanitasi lingkungan, pengelolaan limbah, serta jarak aman dari rumah penduduk. Hal tersebut penting untuk mencegah konflik sosial serta menjaga kesehatan masyarakat.

Warga Rt 006/Rw 031 Panipahan Darat meminta pemerintah desa maupun instansi terkait di Kecamatan Palika untuk turun langsung meninjau lokasi, melakukan mediasi dengan pemilik ternak, serta memastikan adanya solusi, baik melalui perbaikan sistem pengolahan kotoran maupun penyesuaian lokasi kandang.

Hingga berita ini disusun, masyarakat masih menunggu tindak lanjut dari pihak berwenang agar permasalahan bau kotoran ternak itik petelur tersebut dapat segera ditangani demi menjaga kenyamanan lingkungan permukiman.Demikian laporan***KNN/Amaruddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *